Walikota Probolinggo Pantau Persiapan Bantuan Sembako Untuk Warga Terdampak Corona - Kabare Probolinggo <>

Breaking News

Walikota Probolinggo Pantau Persiapan Bantuan Sembako Untuk Warga Terdampak Corona

Walikota Probolinggo Pantau Persiapan Bantuan Sembako Untuk Warga Terdampak Corona


Probolinggo, Kabareprobolinggo.com

 Bantuan paket sembako dari dana APBD Kota Probolinggo untuk warga terdampak COVID 19 siap didistribusikan. Sejak Selasa (05/05) kemarin, berbagai jenis sembako mulai berdatangan di 29 kantor kelurahan di 5 kecamatan. Untuk memastikan kesiapan logistik tersebut, Wali Kota Hadi Zainal Abidin meninjau dan cek kesiapannya.

Rabu (06/05) sore, pengecekan yang dilakukan wali kota dengan didampingi Sekda drg Ninik Ira Wibawati ke sejumlah kelurahan di tiga kecamatan. Kunjungan pertama di kantor Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan yang mempunyai data penerima bantuan sebanyak 1.758 KK (kepala keluarga).

“Kami memantau kesiapan bantuan paket sembako dari APBD kota. Warga yang berhak menerima adalah warga di luar penerima manfaat program dari pemerintah provinsi dan pusat serta data Kementerian Sosial. Masing-masing kelurahan mendapat kuota sesuai verifikasi faktual di lapangan,” tuturnya Habib Hadi.

Bantuan sembako senilai Rp 150 ribu per paket ini dibagi menjadi dua isian yang berbeda. Ada yang beras 10 kg, minyak dan mie instan. Isian lainnya beras 10 kg, mie instan dan gula pasir.

Bantuan tersebut hanya untuk warga terdampak COVID 19 non ASN, TNI dan Polri. Pendistribusian bantuan ini sesuai dengan kelengkapan dan kesiapan dari pihak kelurahan.

"Kalau semua paketnya sudah terkumpul bisa langsung terdistribusi, target kami secepatnya. Suplai ini membutuhkan waktu, saya berharap masyarakat bisa bersabar,” imbuh wali kota.

Setelah Kelurahan Triwung Kidul, Wali Kota Habib Hadi dan Sekda Ninik bertolak ke sejumlah kelurahan di Kecamatan Kanigaran. Seperti Kelurahan Curah Grinting - Tisnonegaran – Kanigaran – Kebonsari Kulon – Sukoharjo. Kemudian dua kelurahan di Kecamatan Mayangan yang dicek adalah Kelurahan Mayangan dan Sukabumi.

Saat pengecekan tersebut diketahui, pihak kelurahan bekerjasama dengan LPM, Ketua RT/RW bahkan linmas dan masyarakat untuk mengemas bantuan ke dalam kantong plastik agar lebih mudah dibawa.

Wali kota juga meminta kelurahan memampang data penerima bantuan di tempat yang dapat dilihat oleh masyarakat.

“Bersama-sama kita melakukan yang terbaik untuk masyarakat, syukur-syukur ada masyarakat yang mampu dan menolak bisa kita alihkan untuk mereka yang membutuhkan,” tuturnya.

Saat pembagian, Habib Hadi juga berpesan untuk melibatkan tiga pilar di masing-masing kelurahan. Tetap menerapkan protokol kesehatan, wajib memakai masker, tidak berkerumun dan menjaga jarak. Ia juga meminta kelurahan membuka posko pengaduan agar masyarakat dapat melapor terkait bantuan tersebut.

“Namanya juga manusia pasti ada kesalahan. Nanti akan dievaluasi lagi, jika ada kekurangan ditutup dengan bantuan dari dana BAZNAS dan Korpri. Tentunya akan kami pastikan lagi, agar bisa mendapat bantuan di bulan depan,” ungkap Habib Hadi.

Beberapa kelurahan punya konsep pembagian masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, membagi di kantor kelurahan namun dipisah antara satu RT dan RT lainnya di waktu yang berbeda. Ada pula yang dibagikan melalui RT/RW masing masing. (MH)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact