Dinkes-GAIN Gelar Pelatihan dan Workshop Pembuatan Kebijakan 10 LMKM Secara Online - Kabare Probolinggo <>

Breaking News

Dinkes-GAIN Gelar Pelatihan dan Workshop Pembuatan Kebijakan 10 LMKM Secara Online

Dinkes-GAIN Gelar Pelatihan dan Workshop Pembuatan Kebijakan 10 LMKM  Secara  Online


Probolinggo,kabareprobolinggo.com
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerja sama dengan The Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) dan CPHI Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menggelar pelatihan dan workshop pembuatan kebijakan 10 LMKM (Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui) secara online, Sabtu (20/6/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Dinkes Kabupaten Probolinggo sebanyak 7 orang dan para pembuat kebijakan seperti direktur, manajer terkait atau administrator kebijakan kesehatan yang ada di fasilitas kesehatan serta tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan yang bertugas di ruangan seperti kepala ruangan VK, nifas, poli obgin, dokter spog atau dokter anak. Sebagai narasumber adalah Dosen Tetap PNS di Fakultas Kedokteran Universitas Jember Muhammad Afiful Jauhani.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan memfasilitasi para pembuat kebijakan untuk membuat kebijakan 10 LMKM untuk fasilitas kesehatan.

“Paling tidak nantinya mampu menyegarkan pengetahuan pembuat kebijakan mengenai proses penyusunan kebijakan dan panduan tata laksana 10 LMKM di fasilitas kesehatan, melatih pembuat kebijakan sebagai model agar dapat memfasilitasi penyusunan kebijakan yang baik dan ideal terkait 10 LMKM di fasilitas kesehatan masing-masing serta memfasilitasi para pembuat kebijakan di tingkat fasilitas kesehatan untuk mengembangkan kebijakan yang terkait dengan 10 LMKM secara keseluruhan,” ungkapnya.

Menurut Anang, pemberian air susu ibu (ASI) secara ekslusif memiliki peran sentral dalam pencegahan stunting dan penurunan risiko morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh infeksi.

“Selain itu, menyusui juga meningkatkan perkembangan kognitif dan mencegah risiko obesitas dan diabetes di masa depan. Menyusui juga dapat meningkatkan kualitas kedekatan ibu dan bayi yang memiliki dampak panjang bagi kesehatan jiwa dan kemampuan partisipasi sosial anak,” jelasnya.

Anang menerangkan secara ekonomi pemberian ASI berdampak pada efisiensi biaya untuk wanita, keluarga, masyarakat, sistem kesehatan dan negara. Efisiensi ini diperoleh lewat berkurangnya pengeluaran untuk konsumsi susu formula dan perlengkapannya, pengeluaran untuk pengobatan penyakit baik saat masa masih menyusui bahkan sampai anak mencapai usia dewasa dimana ia tumbuh menjadi anak dengan imunitas yang baik dan tidak rentan terhadap penyakit tidak menular kronis.

“Melihat luasnya dampak yang dirasakan dalam berbagai lini dari aktivitas menyusui baik di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, perlindungan anak hingga pendapatan negara maka seharusnya menyusui hendaknya menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Isi pelatihan adalah pengetahuan teknis dan keterampilan yang terdiri dari mengidentifikasi masalah untuk tindakan kebijakan, memeriksa data, konteks dan proses pembuatan kebijakan, meninjau kebijakan yang ada, merumuskan solusi kebijakan untuk masalah yang diidentifikasi, keterampilan teknis untuk membantu perumusan kebijakan. Kombinasi konten teknis, teori dan praktik disampaikan dengan menggunakan pembelajaran partisipatif, diskusi interaktif, sesi kelompok untuk analisis masalah dan desain solusi.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan pemaparan tentang perlindungan hukum dalam pemberian ASI Eksklusif di Indonesia oleh Muhammad Afiful Jauhani dan tata cara pembuatan SPO bagi rumah sakit dan puskesmas oleh dr. Galih.(MH)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact