Dinkes Sosialisasikan Protokol Kesehatan Diera New Normal Covid-19 - Kabare Probolinggo <>

Breaking News

Dinkes Sosialisasikan Protokol Kesehatan Diera New Normal Covid-19

Dinkes Sosialisasikan Protokol Kesehatan Diera New Normal Covid-19


Probolinggo,kabareprobolinggo.com
-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo selaku Gugus Tugas Preventif dan Promotif Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi tentang protokol kesehatan di era new norma COVID-19, Kamis hingga Sabtu (2-4/7/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan di Wisma Ucik Kecamatan Sukapura ini diikuti oleh 50 orang pengelola/pemilik hotel, 50 orang pemilik rumah makan/restaurant/warung, 40 orang pemilik jeep dan 40 orang pemandu kuda.

“Sebagai persiapan reaktifasi BTS (Bromo Tengger Semeru), saat ini kami sedang melakukan persiapan norma baru atau new norma. Sesuai arahan dari Ibu Bupati kita diperintahkan untuk melakukan persiapan pembiasaan norma baru sebelum nanti diputuskan apakah tempat wisata salah satunya Gunung Bromo sudah siap untuk dibuka kembali,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto.

Untuk itu jelas Anang, Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo diperintahkan untuk melakukan persiapan perubahan dan koordinasi di lapangan dengan melakukan sosialisasi, pendampingan, visitasi, sertifikasi dan simulasi.

“Jadi sosialisasi ini kita mengumpulkan beberapa kelompok pelaku wisata untuk memberikan penguatan kembali informasi tentang protokol kesehatan, apakah hotel, restoran, warung, pemandu kuda, mobil jeep dan home stay selama beberapa hari ini secara stimultan bertempat di Wisma Ucik Kecamatan Sukapura,” jelasnya.

Setelah itu sambil berjalan tegas Anang, pihaknya melakukan pendampingan dengan cara melakukan kunjungan ke warung, hotel dan lain sebagainya untuk melihat apakah sarana dan prasarana untuk persiapan new norma sudah tersedia, apakah cuci tangan, apakah ketersediaan masker atau aturan-aturan yang lain.

“Kemudian kita kunjungi dan monitoring untuk dilihat bersama dengan institusi terkait. Setelah itu bila sudah selesai semua tahapan-tahapannya kita nilai mereka kelengkapan-kelengkapan protokol kesehatan tersebut. Kalau ternyata tempat cuci tangannya sudah ada dan masker sudah ada, maka nanti kita beri sertifikat pelaku usaha tangguh. Contohnya hotel tangguh, restoran tangguh dan lain sebagainya,” terangnya.

Anang menegaskan kalau sampai tidak melengkapi berarti tidak bisa mendapatkan sertifikat, maka secara otomatis untuk sementara tidak bisa melakukan pelayanan wisata. “Oleh karena itu supaya segera dilengkapi, apakah hotelnya, restorannya, mobil jeepnya, home staynya,” tegasnya.

Setelah itu terang Anang, nanti akan dilakukan simulasi rencana pada saat pelaksanaan Yadnya Kasada dengan melihat pada saat ada pengunjung sebagai simulasi awal. Karena pada saat Yadnya Kasada masih tertutup dan hanya kalangan tertentu saja dan akan dilihat dengan kalangan yang terbatas protokol kesehatan itu sudah dilaksanakan dengan benar apa tidak oleh hotel, restoran, warung dan lain sebagainya.

“Kalau ternyata sudah berjalan sesuai dengan aturannya, semua masyarakatnya dan pengunjungnya juga patuh, nanti tinggal bagaimana evaluasi atau penilaian yang akan dilakukan oleh Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dalam hal ini Ibu Bupati Probolinggo,” ungkapnya.

Anang menjelaskan apabila Bupati Probolinggo menganggap dari simulasi itu ternyata sudah patuh dan bisa diyakini serta semua pelaku wisata itu melaksanakan protokol kesehatan, maka bisa saja Bupati Probolinggo mengeluarkan rekomendasi bahwa Gunung Bromo bisa dibuka kembali tetapi dengan syarat-syarat tertentu seperti rekomendasi yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Nasional bahwa semua wisata bisa dibuka terutama wisata alam dengan kapasitas maksimal 50 persen.

“Kedua hanya pada daerah-daerah mappingnya hijau dan kuning untuk tingkat kabupaten. Tetapi kita harapkan secara internal untuk tingkat kecamatannya yang hijau dan kuning juga tidak merah. Karena kalau dipaksakan nanti dikhawatirkan takutnya ada klaster yang baru. Saat ini kita sedang melakukan sosialisasi dan pemasangan banner-banner di lokasi-lokasi wisata,” terangnya .

Lebih lanjut Anang menyampaikan tahapan-tahapan ini dilakukan dengan tujuan supaya mereka tahu protokol kesehatan dan mereka saling mengingatkan supaya protokol-protokol kesehatan. Selanjutnya supaya protokol-protokol kesehatan yang sudah disebar bisa dipedomani dan dilaksanakan oleh semua pengunjung dan pelaku wisata.

“Terakhir kalau itu sudah dilaksanakan semua harapannya wisata kita menjadi wisata yang sehat dan wisata aman karena kita sudah melaksanakan cuci tangan, jaga jarak, memakai masker sehingga resiko penularannya seminimal mungkin,” ujarnya.

Prinsipnya tambah Anang, Bupati Probolinggo kebijakannya harus dilakukan kajian, makanya pihaknya melakukan proses sekarang ini merupakan bagian dari kajian tersebut. Terakhir khan akan dilakukan simulasi, proses yang dilakukan dan disiapkan ini bukan otomatis pasti dibuka.

“Kita juga ingin obyek-obyek wisata ini dibuka sejauh aman. Karena tempat wisata ini sumber penghasilan dari sekelompok masyarakat suatu harapan kehidupan mereka, makanya kita dorong supaya bisa dibuka tetapi disiapkan dengan baik,” pungkasnya. (MH)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact