Kecewa, Khusnul Ingin Dapatkan Haknya Sebagai KPM - Kabare Probolinggo

Breaking News

Kecewa, Khusnul Ingin Dapatkan Haknya Sebagai KPM

Kecewa, Khusnul  Ingin Dapatkan Haknya Sebagai  KPM



Probolinggo, kabareprobolinggo.com - Sesuai Peraturan Presiden no 63 tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan sosial secara non tunai dari pemerintah selalu menuai Polemik disetiap daerah mulai dari Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), Bantuan Keluarga Harapan (PKH), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan bantuan sosial lainnya,


Rabu 29 Desember 2021,salah satu  KPM desa Belado Kulon kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo dapat undangan dari  A'ad Kardono sebagai kecamat Tegalsiwalan untuk musyawarah dapatkan bantuan PKH,


sebelumnya Khusnul Khotimah RT 09 RW 02 dusun Jurangan desa Belado Kulon melaporkan ke Kejaksaan  terkait haknya sebagai penerima Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di potong oleh Oknum  Pendamping Desa,

mendengar khusnul melaporkan ke Kejaksaan pak A'ad  selaku camat Tegalsiwalan mengundang atau  memanggi Khusnul ke kecamatan dengan maksud untuk mengklarifikasi dan membantu menyelesaikan masalah yang terjadi,


khusnul di hadapan awak Media mengakui bahwa dirinya sangat kecewa atas undangan yang di berikan  oleh pak Camat pada dirinya,

pasalnya yang di bahas di dalam pertemuan tersebut tidak sesuai dengan undangan,

dan dirinya merasa dirugikan sebagai penerima bantuan karna mulai dari 2019 cuma beberapa kali dirinya menerima bantuan dari pemerintah tersebut ,

di samping itu bantuan yang di terima di potong  Rp25,000.

Pak camat menawarkan pengembalian beras atau uang kepada Khusnul sebagai penerima bantuan namun Khusnul tidak mau karna dirinya merasa kecewa, 

bahkan bulan November dia tidak memegang sama sekali  KKS , dirinya juga merasa di intimidasi oleh Oknom perangkat yang berinisial "AS" ketika meminta haknya,tuturnya pada awak media,



dalam waktu bersaman A'ad camat Tegalsiwalan membenarkan atas kejadian tersebut dan akan mengklarifikasi pada pihak pihak terkait dan akan melaporkan pada Inspektorat sebagai rujukan sebagai langkah berikutnya, sementara pada saat ini kami akan menggali info lebih dalam dengan bijak,

di samping itu karna ibu Khusnul punya anak kecil maka kesimpulannya ini tidak maksimal, menurutnya pernyataan yang di bicarakan kepada awak media itu tidak benar "kalau saya mau memberikan beras pada Bu Khusnul, namun yang benar yaitu saya menawarkan kepada Bu Khusnul apakah dirinya mau niat menghukum,apa meluruskan atau  mau minta di kembalikan uangnya, tuturnya pada awak Media Kabare Probolinggo.

(MH/Yud) 


Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact