Organik Orgama Cap Matahari Diaplikasikan Petani di Probolinggo - Kabare Probolinggo

Breaking News

Organik Orgama Cap Matahari Diaplikasikan Petani di Probolinggo

Organik Orgama Cap Matahari Diaplikasikan Petani di Probolinggo



Probolinggo, kabareprobolinggo.com ------- 

Pelan tapi pasti itulah mengawali perjalanan pupuk organik Orgama Cap Matahari produk Paguyuban Petani Jember (Panijem) dapat dibuktikan oleh petani di Probolinggo. Mereka adalah Ibu Jumiati dan Sumiatii warga Kelurahan Pakistaji Kecamatan Wonoasih kota Probolinggo. 

Bu Jumiati memiliki lahan pertanian sekitar satu hektar. Selama bertani, Dia memang pernah menggunakan pupuk organik, tapi hasil pertumbuhan tanamannya berupa jagung dan padi tidak sesuai harapan. "Saya pernah pakai organik beli di kios, harganya murah banget. Waktu itu ikut ikutan saja, karena petani lainnya juga pakai organik itu. Waduh, hasil pertumbuhannya tak bagus, " ungkap bu Jumiati, dengan nada kesal. 

Meski kurang maksimal, kata dia, dirinya mengaku tak pernah menyerah karena kehidupan keluarga ditumpang dari hasil pertanian. Melihat hasilnya tak sesuai harapan, dia tetap mencoba lagi untuk bisa meyakinkan apa yang dilakukan. Nyatanya, pemakaian pupuk yang kedua kalinya juga malah tanamannya bukan bagus tapi  tambah jelek dari sebelumnya. "Apa yang alami itu membuat saya sempat putus asa karena pupuk sudah ditambah bukan hasilnya bagus, justru jelek. Kondisi yang saya alami ini, saya ceritakan ke saudaraku, dan dari situlah saya dapat informasi tentang organik, " terangnya. 

Awalnya, terang Jumiati, dirinya juga sempat malas malasan untuk memakai organik karena petani yang ada di tempatnya sudah ada yang memakai. Petani yang memakai organik lebih dulu itu pernah menceritakan kalau tanamannya dipupuk organik."Dia cerita kalau tanaman padinya pernah dipupuk organik. Justru hampir sama tidak perubahan tambah bagus, malah tumbuh rumputnya tambah banyak,"  ungkapnya. 

Dengan berjalannya waktu, tanpa sengaja Jumiati bertemu saudara yang baru pulang bermain dari Jember. Kata saudaranya, di Jember ada petani yang memakai organik produk petani tradisional dibawah anggota Paguyuban Petani Jember (Panijem), padinya bagus. Bahkan, petani Jember yang memakai pupuk organik padat dan cair, tidak banyak tumbuh rumput alias tidak matun Justru yang bikin heran lagi, sejak tanam pertama sampai panen tidak ada serangan hama dan penyakit. 

"Fakta itu yang membuat saya betul betul penasaran mendengar cerita saudara ku yang bermain dsri Jember itu. Karena penasaran itu, saya minta untuk diorder kan organik itu, " paparnya. 

Dan beberapa hari kemudian, yang diorder Jumiati itu dibawakan oleh saudaranya. Pupuk organik yang dibawa dari Jember itu oleh Jumiati langsung diaplikasikan ke padi miliknya."Saya aplikasi kan organik cair itu ke tanaman padi saya. Woww, luar biasa pertumbuhan padinya sangat subur dan hijau hijau dalam waktu seminggu sudah tampak jelas hasilnya, " Beber Jumiati. 

Diungkapkan Jumiati, bahwa dirinya baru kali ini mengaplikasikan pupuk organik yang hasil pertumbuhannya yang luar biasa subur, sehat dan hijau hijau. "Organik dari Jember itu yang saya aplikasikan hanya jenis cairnya saja. Sebetulnya, saran dan aturan pakainya harus satu paket yakni padat dan cair," jelasnya.

Jujur saja kata dia, dirinya heran ketika melihat lahan yang ditanami padi yang dipupuk pakai organik, kondisinya bagus, subur dan hijau hijau. "Saudara saya cerita ke saya kalau di Jember ada tanaman padi dipupuk pakai organik. Pupuk organik yang dipakai petani di Jember ada dua jenis yakni padat dan cair, " ujarnya dengan nada semangat.

Dia menambahkan, tanaman padinya hanya disemprot dengan pupuk organik cair tanamannya bisa bagus. Karena hanya cerita, dirinya minta kepada saudara untuk ditunjukan ke lahan yang dipupun organik cair tersebut. "Saya heran begitu berada di lahan tanaman padinya yang di pupuk organik cair itu begitu subur dan sehat. Saya penasaran fakta yang saya lihat sendiri di lahan itu, tanamannya bagus hanya dipupuk organik cair  produk Panijem, hasilnya memuaskan, " bebernya. (MH/Yud*)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact